Martunis dan Ronaldo
06
June
2013

ronaldo-martunis

Martunis adalah anak kecil yang membawa cerita menggemparkan di Tahun 2004. Ia adalah bocah kecil korban Tsunami Aceh Desember 2004 silam yang mampu bertahan hidup selama 21 hari pasca diterjang tsunami hebat. Ia dikelilingi ratusan ribu mayat saat tengah berjang hidup

Setelah 21 lamanya, Martunis yang mengenakan seragam timnas Portugal bernomor punggung 10 itu akhirnya menggemparkan Indonesia, bahkan dunia.

Singkat cerita, ia sempat dibawa ke Portugal usai kunjungan klub Real Madrid ke tanah bekas Tsunami. Ia disambut hangat oleh seluruh anggota tim Seleccao Das Quinas, termasuk sang pelatih; Phil Scolari dan Presiden Federasi Sepakbola Portugal itu.

Alhasil, Martinus yang kala itu disebut bocah ajaib itu menjadi tidak asing bagi Ronaldo dkk. Ia bahkan akrab dengan Ronaldo, idolanya. Martunis bahkan bukan nama yang asing lagi untuk bintang Real Madrid itu

Kedatangan Ronaldo sebagai Duta Mangrove di Indonesia beberapa hari lalu lantas seperti ajang nosnalgia antara bocah ajaib dan idolanya itu. “Senang bisa bertemu Ronaldo lagi,” ucap Martunis singkat saat baru menjumpai Ronaldo di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta Bali.

Cristiano Ronaldo

Acara penanaman Mangrove pagi harinya di Kuta Bali itu adalah kali pertama Martunis dan Ronaldo bertemu setelah sekian tahun berpisah.

“Saat itu ia langsung memeluk ketika saya baru turun dari mobil. Ia cuma bilang ‘How are you?’ Lalu saya membalas ‘I’m Fine’. Selain itu saya juga sempat ketemu di ruang VVIP dan ia kembali memeluk saya” lanjut Martunis.

Saat dibawa ke Fortugal, Ronaldo ternyata memberikan banyak ‘hadiah’ sebelum Martunis pulang ke Indonesia. Selain biaya sekolah, ia memberikan handphone yang berisi nomor telepon para pemain timnas Portugal.

Sayangnya, hari belum berganti, handphone itu raib. Martunis hanya menenangkan hatinya dengan menyimpan jersey Portugal dari Ronaldo yang bertuliskan nama Martunis dan juga tanda tangan seluruh pemain. “Waktu itu saya masih kelas 4 SD, ia memberikan bantuan seperti dana sekolah, baju dan handphone.”

Kini Martunis sudah beranjak dewasa dan tetap menyukai sepakbola. “Saya kalau bermain sama seperti Ronaldo posisinya. Tiap tiga hari seminggu saya suka berlatih bersama Persiraja dan klub lokal Junior Sakti. Saya memang bercita-cita menjadi pesepakbola seperti Ronaldo,” demikian dia. ***

  • 305 View
  • Leave a Comment